Pertamakali Belajar Keterampilan Barista

Ini adalah bagian hidup Oi yang cukup tak terduga. Belajar keterampilan barista. Di sebuah tempat belajar keterampilan di Jakarta.

Dari 3 pertemuan yang biasanya hanya mengerjakan soal di google form, sekarang di pertemuan ke 4 alhamdulillah ada kesempatan untuk belajar offline sambil nambah kenalan (memaksa diri yang kikuk bersosial ini untuk bersosial, nggak bisa kalau nggak dipaksa). Allah selalu ada rencana, dan setelah beragam pertimbangan dan istikharah pun aku berani ambil kursus ini. Who knows akan jadi benefit di masa depan, ya kan? Unik juga kalau ada santri dengan label "santri yang barista", hehe.

Apakah langsung bisa?

Nggak. Aku pribadi nggak ngerti sama sekali meski sudah baca materi dan liat praktek, ditambah i'm not a coffee person, buta banget tentang wawasan per-kopi-an, but i always believe i it will be easy as long as i studyhard and muthalaah. Mengingat nama alat dan istilah aja masih sulit.

Muthalaah atau mengulang materi pembelajaran itu kunci penting. Kalau udah rajin begitu, nggak akan ada rasa takut dengan ujian dadakan atau dengan bentuk apapun. Terkadang, sesuatu itu bukan sulit, tapi hanya baru bagi kita, dan kita masih dalam adaptasi. Meski saya belum berumur kepala dua, mengalami lika-liku di pondok dengan gebrakan-gebrakannya membuat saya (atau lebih terpatnya: memaksa saya) terbiasa belajar hal baru dengan cepat, serta memerhatikan segala hal meski sepele.

Next time of course akan ada backstory di pelajaran per-baristaan aku pastinya, termasuk review materi, atau pengalaman unik.

Yang jelas, meski mengalami suasana baru dan jomplang seperti ini bukanlah yang pertama kalinya, aku pribadi masih memerlukan banyak energi untuk beradaptasi dan memahami budaya belajar di tempat kursus. Overall, aku selalu menikmati fase apapun dalam hidup disertai istikharah dan ikhtiar, selagi kita masih bisa melakukan hal yang baik dan berbuah pahala, kenapa nggak? 

Aku nggak akan pernah melupakan nasehat-nasehat dari asatidz di pondok tentang menjaga diri, ibadah, tilawah dan lainnya. Meski keaadaan sekarang yang sudah tidak dalam pengawasan seperti pondok membuat konsisten terasa tak semudah dulu, tapi dengan muscle memory yang terbiasa ambil qur'an setelah shalat, atau selalu ambil wudhu dan  mukena di jam 07.30 WIB untuk shalat dhuha 4 raka'at alhamdulillah membantu. Apapun yang terjadi ke depannya dalam pembelajaran keterampilan barista, aku selalu berdo'a agar dilancarkan transportasi di jalan, keselamatan, kesehatan dan dikuatkannya lambung karena suka nggak sadar kebanyakan icip kopi. Hehe.

Komentar

Paling Banyak Diminati