Langsung ke konten utama

Postingan

Mulai Baca Dari Sini

Menemukan "Mengapa": Refleksi Diri, Islamic Worldview, dan Misi Menjadi Dokter Beradab

Menjalani pendidikan kedokteran bukanlah perjalanan yang ringkas maupun mudah. Di tengah padatnya tuntutan akademis dan tanggung jawab profesi yang membayangi di masa depan, muncul pertanyaan mendasar yang perlu dijawab oleh setiap calon tenaga medis:  Untuk apa semua ini dijalani, dan dokter seperti apa yang ingin dibentuk kelak?   Melalui refleksi agama dan filosofis, keberadaan kita sebagai manusia, pilihan karier, hingga komitmen pelayanan pasien sejatinya dapat diikat rapat oleh satu kerangka berpikir: Pandangan Alam Islam (Islamic Worldview).   1. Identitas dan Tujuan Penciptaan Langkah awal dalam merumuskan arah hidup adalah mengenali identitas diri. Sebagai seorang hamba sekaligus penuntut ilmu di fakultas kedokteran, setiap kapasitas intelektual, adaptasi sosial, dan potensi yang dikaruniakan merupakan amanah untuk memperjuangkan kebaikan.   Pilihan memasuki dunia kedokteran bukan sekadar mengejar gelar atau menuruti am...

Postingan Terbaru

Menyeimbangkan Studi Kedokteran, Ibadah, dan Kesehatan Mental lewat Islamic Productivity

Memahami Islamic Worldview: 7 Unsur Utama yang Membentuk Cara Pandang Muslim

Berpikir Kritis Tidak Hanya Mengkritik: Hakikat, Elemen, dan Hambatan dalam Pemikiran Modern

Yang Sebenarnya Dirasakan Ketika Jadi Anak FK

Menjadi Orang Depok Di Antara Orang-Orang Sumatra Is Kinda Unique and Challenging BTW

Kita Belum Tentu Siap Untuk Dikabulkan Do'anya

Strategi Untuk Setidaknya Bertahan Dulu dan Menjalani Prioritas di Perkuliahan (asek udh kayak mahasiswa semester berapa padahal baru 1 hari jadi mahasiswa resmi but it's oke lah ya)

UTAS OF THE YEAR (setelah meme tawon dr. Tirta jadi Oi's Meme of The Year, finally I got this masterpiece)

3 Alasan My "Lima Sekawan" Saya Ini Selalu Bikin Oleng Sejauh Apapun CORTIS Nge-Hype

Nulis di Medsos = Tidak Ada Someone to Talk?

Pelampiasan Stres yang Agak Aneh, Tapi Ternyata Masuk Akal!

Kenapa Kita Suka Nonton Ulang Film yang Sama Berkali-kali?