Surat Cinta Untuk Wifi
sumber: pinterest Sebagai orang yang dari kecil hidupnya sudah lekat dengan wifi (wireless fidelity ) a.k.a anak wifi, saya benar-benar tidak bisa membayangkan betapa nestapanya hidup ini tanpanya. Lebih-lebih lagi kalau di luar saya kekurangan atau kehabisan kuota, rasanya lebih horor dibandingkan apapun. Buat saya, ini adalah poin penting bagi calon pasangan saya nanti ke depannya, karena sebenarnya dalam memperjuangkan cinta bagi laki-laki, saingan sejati adalah ayah si cewek (yang mana ayah saya adalah provider wif i di rumah dan di mana pun saya pergi bersamanya), bukan laki-laki lain di sekitarnya. Uhuy. Asal Muasal Ini Semua... Masa kecil saya sama seperti anak-anak lainnya yang sebelum main di sore hari wajahnya wajib belepotan dengan bedak sebagai tanda sudah mandi. Kegiatan bermainnya juga sederhana; main sepeda, lari-larian di lapangan, keliling komplek, menghampiri setiap anak yang bermain di blok yang berbeda. Nggak sampai social butterfly , tapi saya bisa di...




