Langsung ke konten utama

Postingan

Mulai Baca Dari Sini

Puing Jiwa di Ambang Pintunya

Sore itu, langit di luar jendela kamar Aris terhias warna jingga keunguan yang samar, memantulkan bayangan tiang-tiang listrik yang berdiri kaku di sepanjang jalanan kosong. Di dalam ruangan yang remang itu, Aris duduk terdiam menatap jemarinya sendiri. Sudah sejak lama ia merasa ada bagian dari dirinya yang membeku—sebuah hati yang keras, dingin, dan tertutup rapat dari siapa pun yang mencoba mendekat. Rasa sakit akibat kegagalan masa lalu telah mengajarinya untuk membangun benteng pertahanan yang begitu rumit dan tebal. Sering kali, di tengah malam yang larut dan hening, ia berbisik pada dirinya sendiri dengan nada penuh keraguan: Apakah kelak akan ada seseorang yang cukup sabar untuk meruntuhkan dinding ini, memisahkan puing-puingnya, dan membantuku menyusunnya kembali? Sudah bertahun-tahun berlalu sejak sosok yang pernah menjadi pusat dunianya memilih untuk melangkah pergi. Kepergian itu tidak hanya meninggalkan rindu, tetapi juga mencipta jarak yang teramat jauh, layaknya benua ya...

Postingan Terbaru

Fakta Menarik 'Eyes Closed' Jisoo & Zayn Malik

Big Sister

Jodoh Itu Ada Expired Date? Catatan Penting dari Podcast Escape Eps 18

Daun Yang Jatuh Pernah Membenci Angin: Spesial HUT Bunda di 2026

Alasan Menulis Adalah Investasi Terbaik

'Let It Show' dan Yumi's Cells 3: Hasil Produser Kebanggaan Para STAY

Shooting Star-nya THAMA dan Kenapa Rasanya Sangat Yumi's Cells

Akhirnya Tulisanku Comeback Setelah 5 Tahun

Rasanya Jadi Kader Atlet (Banyakan Kisah Coach-nya, sih)

Ini Yang Terjadi Kalau Kamu Rutin Minum Air Putih