Agar Kamu Berani Bertanya (setidaknya dalam satu hari belajar kamu nanya lah, masa iya se-pasif itu, sih? Jangan sia-siakan otakmu)

sumber: https://pin.it/3DfoOyoy4

BERANIKAN DIRI!
LANGSUNG TANYA!!
JANGAN BANYAK PIKIR!!

Itu adalah slogan sederhana yang menjadi tips agar kita berani bertanya. Semuanya akan sangat rumit jika hanya berputar-putar di pikiran saja.

Jadi, LANGSUNG TANYAKAN!!

Pergolakan Batin Yang Rumit 

sumber: https://pin.it/4AQeldTwU

Saya bukan orang yang terkenal suka bertanya, memiliki tampang kritis dan jenius juga tidak (meski saya suka dibilang "smart look", haha, palingan ketolong kacamata aja   dan sebenarnya lebih banyak yang mengira saya wibu karena wajah saya yang wibuable), baik di seminar umum maupun di pondok. Namun, bertanya adalah kunci ilmu, itu adalah nasehat ustadz di pondok yang selalu saya tanamkan dalam dada, tapi jarang atau bahkan cukup takut untuk saya amalkan ketimbang nasehat lain.

Saya adalah overthinker sejati dalam hal tanya-bertanya ini, meski saya adalah tipikal anak yang cerewet dan banyak bertanya, ya (kalau mau lebih paham coba baca artikel saya yang judulnya Sampai Titik Darah Terakhir).

Terlebih, di pondok saya, orang yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu sebagian besar adalah orang yang dikenal cukup pintar dan aktif di kelas. Sedangkan saya ini hanya santriwati biasa yang kebanyakan mikir, tapi tidak bertanya. Gemetar ragu mengangkat tangan di kelas, apalagi di seminar umum. Hanya membiarkan catatan berisi pertanyaan dan kebingungan tanpa terisi jawabannya.

Pertama, saya sudah terintimidasi oleh pertanyaan santri lain. Ya, meski saya tahu ini mentalitas buruk, saya juga nggak mau merasakan ini. Tapi, perasaan itu muncul seketika tanpa bisa saya kendalikan. Istilah rumit dengan isme-isme-nya (feminisme, sekularisme, humanisme, kolonialisne), contoh-contoh dengan bahasa tinggi, apalagi jika sudah mengutip referensi dari buku. Bukannya insecure dan takut, tapi otak saya termasuk lambat prosesornya untuk memberikan pertanyaan sepadat itu.

Kedua, waktunya suka mepet banget. Saya tidak bisa menyalahkan faktor ini semata, faktor kelemotan otak saya juga memperparah kondisi yang sudah terjepit oleh keterbatasan waktu ini.

Ketiga, menanggung perhatian seluruh pasang mata saat kita mengkat tangan dan berbicara itu hal yang amat sulit. Meski saya yakin tidak semuanya mendengarkan, tapi situasi itu sangat membebani. Otak saya yang lemot memproses kalimat malah makin blank saat diberi mic untuk mengucapkan pertanyaan saya.

Keempat, tidak membudaya ke seluruh kalangan. Maksudnya, situasi seakan menyatakan pada saya bahwa hanya orang-orang yang terkenal kritis dan pintar di pondoklah yang berhak bertanya, malah itu hal yang seakan diwajibkan. 

"Oh, aku bukan yang pinter, jadi aku nggak usah nanya."

"Wah, kalau dia mah emang pinter, harusnya sih nanya." 

Begitulah. Tanpa ada niat menyalahkan siapapun dan apapun, dengan ini saya ingin para pembaca juga merefleksikan hal ini bersama. 

Bahwa bertanya itu hal yang semua manusia boleh lakukan. Bukan hanya spotlight pada orang tertentu semata.

Kenapa Harus Bertanya?

sumber: https://pin.it/51myLuepW

Tujuan guru mengajar bukan untuk monolog/ngomong sendiri. Pembelajaran sejati itu yang terjadi secara dua arah, guru mengajarkan materi dan murid mencerna serta menanyakan mana yang tidak dipahami, mana yang kurang, dan hal-hal lainnya. Bertanya di sini tidak se-sempit bertanya tentang mana  yang belum kita pahami. Kita bisa minta penjelasan ulang, atau membacakan catatan kita pada guru untuk memastikan pemahaman kita ini benar atau tidak. 

Jadi, bertanya itu untuk kebaikan semua pihak di kelas/tempat pembelajaran. Agar si guru terpantik ilmu-ilmunya dengan menjawab pertanyaan, dan agar otak si murid lebih hidup untuk menyimpan materi di ingatan jangka panjang. Sebelum bertanya, pasti kita akan memutar otak atau berpikir keras, menulis apa yang ingin ditanyakan atau mengingat apa yang harus kita tanyakan, hal ini memicu otak untuk memanggil kembali materi-materi yang sudah disampaikan, pengulangan itu jika dilakukan terutama dalam bentuk rajin bertanya akan membuat proses otak memanggil ingatan materi dan penyimpanannya lebih cepat.

Cara Bertanya Yang Baik dan Tepat

sumber: https://pin.it/8CXm42ePw

Sederhana saja.

Selama pertanyaan kita tidak meremehkan, atau seakan mengetes guru dengan angkuh dan hal-hal tidak sopan lainnya, menyita hak waktu istirahat teman di kelas/forum, dan tanpa niat ingin dipuji orang: kita berhak bertanya dan mendapat jawaban. Otak kita ini diciptakan untuk berpikir, bukan hanya menyimpan informasi layaknya memori pada ponsel dan hafalan segambreng. Jika kita ingin bertanya, semua penanya akan memproses kerumitan dari ketidakpahamannya itu dengan sedemikian rupa agar bisa ia lafalkan.

Menyederhanakan kerumitan di kepala untuk dilafalkan bukan hal yang mudah. Jika penanya berhasil melakukan itu, meski pertanyaannya terdengar sepele, ketahuilah bahwa proses penyederhanaan ketidakpahaman dan pergolakan batin sebelum bertanya itu bukan hal yang sederhana dan amat patut diapresiasi dengan pemberian jawaban.

"Tapi kalimatku bertele-tele dan muter-muter banget, gimana dong?"

Ada yang namanya EVALUASI. Menilai kembali apa yang perlu ditekankan dan dikurangi. Semua manusia dan penanya pernah mengalami fase belibet berbicara bertanya, dan guru yang baik akan berusaha mendengarkan dan ikut menyederhanakan dengan apresiasi, karena itu semua bagi sang penanya bukanlah proses yang sesederhana itu.

Maka, lakukan saja. Seseorang yang bertanya pasti secara otomatis berusaha menyederhanakan pikiran dan kebingungannya agar bisa ia ungkapkan di mulut. Jika orang sekitar mencemooh, sedikit gemetar dan takut itu wajar.

Kondisi yang going to the next level tidak pernah mudah. Tapi memilih jalan menjadi pejuang "pertanyaan sederhana dan tepat" adalah keputusan agung yang tidak akan salah. Jika kamu sebagai pembaca sudah mulai terpantik untuk membiasakan bertanya dan tidak ada siapapun yang mengafirmasi, dengan tulisan ini saya ingin mengatakan kepada kamu:

Bahwa menjadi penanya yang baik adalah proses yang tidak semudah itu, tapi sangat sempurna untuk dijalani. Kamu sudah membuat keputusan yang tepat, welcome and enjoy the journey!



Komentar

Posting Komentar

Paling Banyak Diminati