Hal Yang Penting Dipersiapkan di Paruh Awal Ramadhan

sumber: pawai ramadhan

Persiapan Ramadhan bukan hanya persiapan makanan & fisik saja. Disebutkan dalam sebuah hadist bahwa para shahabah terbiasa mempersiapkan Ramadhan mereka dengan beragam usaha termasuk secara ruhani dengan membersihkan hati dari iri dan dengki. Salah satu cara terampuh untuk membersihkan hati dari hal tersebut adalah dengan memperbanyak membaca dan tadabbur al-Qur'an. Ini adalah salah satu ibadah yang utama pula yang ditekankan untuk diamalkan lebih banyak di bulan suci seperti Ramadhan ini.

Momen ibadah di Ramadhan tidak boleh disia-siakan. Disebutkan dalam surah Al-Baqarah: 185 bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya al-Qur'an. Ia adalah mu'jizat Rasulullah SAW sepanjang masa, bisa kita saksikan pula keajaibannya terjadi sampai saat ini. Faktor tersebut sudah cukup menjadi alasan bagi kita semakin mendekatkan diri padanya.

Salah satu tanda lainnya mengenai keutamaannya: Allah SWT terus langgengkan keberadaan hafidz/ah Quran. Tidak ada satu kitab suci selain al-Quran yang mutlak dan sama penggunaan bahasanya, serta penghafalnya banyak dan tiada perselisihan antara ayat dan hurufnya selain Qur'an. Pahala juga dilipat gandakan 10x lipat per-hurufnya di bulan Ramadhan ini. Maka, usahakan ada khatam meski satu kali saja saat bulan Ramadhan.

Kita bisa lihat juga dari sejarah dan meneladani para ulama dan salafusshalih; mereka selalu menghidupkan Al-Qur'an di kesehariannya, maka tak heran mereka bisa khatam belasan hingga puluhan kali dalam sebulan. Imam Syafi'i contohnya mampu khatam 60 kali dalam 30 hari Ramadhan, para sahabat nabi pun demikian dan sebagainya.

Bukan berarti kita hanya cukup membaca dengan tekstual saja, penguasaan pada bahasa Arab juga membantu dalam memahami makna ayat dan menadabburinya. Membaca tanpa memahami maknanya memang sudah memberikan pahala yang berlipat ganda, akan tetapi alangkah lengkap dan sempurnanya ibadah tilawah Qur'an kita jika kita juga berusaha memahami makna lebih daripada terjemahan yang bisa dibaca, yaitu dengan memelajari struktur bahasa dan makna kata lebih dalam di ilmu bahasa Arab. Tentu kualitas pemahaman, bacaan, berkah bacaan dan pengetahuan akan berbeda dengan mereka yang hanya membaca secara teks saja. Itu semua kembali kepada kita apakah kita ingin memberikan usaha terbaik demi tabungan amalan akhirat kita nanti atau tidak.

Maka, jangan sekali-kali tinggalkan Al-Qur'an. Surah Al-Furqon: 1 menegaskan kembali atas hal ini bahwa Al-Quran diturunkan dengan berisi beragam pelajaran yang bisa dipetik darinya, lalu diamalkan pada keseharian manusia. Rasulullah SAW pun demikian, beliau adalah teladan utama bagaimana kita mengamalkan al-Qur'an dalam keseharian kita.

Maka, kalau kita bisa lepas sehari penuh tanpa Qur'an, berarti hati kita sakit. Hati kita kering kerontang dari siraman kalbu dan iman dari ayat-ayat dalam al-Qur'an. Kemiskinan dan krisis pada batin ini jauh lebih menyedihkan dibanding krisis dan sakit fisik. Di sisi lain pula, kita sensitif kalau sakit fisik, buru-buru ke dokter dan rela bayar berapapun karena tahu resiko dari sakit akan membuat kita susah beraktivitas dan hidup dengan tidak nyaman. Jiwa, hati dan iman adalah paduan yang melengkapi kesehatan kita sebagai manusia dari aspek batin. Manusia takkan sempurna jika hanya menekankan salah satu dari fisik atau batin saja. Nah, jika hati yang kering dan tidak terasa bermasalah tanpa sentuhan ayat Qur'an dalam satu hari penuh terjadi terus menerus, bagaimana kita ingin mengukir Ramadhan yang bermakna terutama di paruh awal?

Ini adalah fenomena yang menyedihkan dan kebiasaan yang harus dihentikan. Karena urusan jiwa, ibadah dan Ramadhan ini berkaitan dengan kehidupan akhirat kita. Maka, mari bersama-sama berdo'a agar Allah SWT selalu mendekatkan hati kita pada al-Qur'an, terutama di bulan suci Ramadhan ini. Semoga hal ini juga terus langgeng hingga di luar Ramadhan nantinya, aamiinn yaa rabbal 'aalamiin...


dari catatan tausiyah sebelum tarawih hari ke-2 Ramadhan di Masjid al-Muhajirin, Cluster Jasmine, Jum'at 20 Februari 2026

Komentar

Paling Banyak Diminati