Akhirnya Tulisanku Comeback Setelah 5 Tahun
Rabu, 13 Mei 2026 adalah titik terang mengenai karir saya di dunia kepenulisan platform. Setelah ribuan artikel diserahkan hampir di setiap kesempatan yang ada (terakhir tulisan dimuat itu April 2020, setelah itu website hilang dan link artikel tidak bisa diakses), hari-hari yang dihabiskan dengan revisi mandiri, overthinking atas progres penerimaan yang stuck, perasaan hilang harapan yang sering menghampiri karena tidak ada notifikasi penerimaan dari semua platform yang saya kirimi artikel/tulisan. Saya menerima notifikasi penerimaan ini setelah 5 hari 'menyerah' menulis dan mengirimkan artikel dengan brutal seperti dulu.
Mengingat saya bukan anak tokoh besar, penulis/novelis, bukan orang ternama juga seringkali membuat diri ini gentar dan hampir jatuh. Hanya bermodal cinta menulis dan mencoba beragam genre dan gaya menulis yang ada, seperti itulah saya menapaki dan berjalan dalam karir ini sejak kecil. Karena menulis itu fleksibel, bisa dimasukkan nilai apa saja, hal sederhana itulah yang membuat saya amat menikmati meski tak jarang terkena writer's block.
Meski sempat senang sesaat (wajar dong, rasanya seperti mendapat hujan pertama setelah kemarau 5 tahun), jalan di dunia kepenulisan ini masih panjang. Dan fun fact-nya, yang diterima ini adalah karya puisi, yang mana saya cukup tidak suka menulis puisi. Tapi, atas izin Allah yang menggerakkan hati editor, inilah yang terpilih. Meski kerap ingin menyerah karena benar-benar lelah dengan segala ketidakpastian, energi dan ide di kepala yang terkuras tapi tidak 'balik modal' sebagaimana yang diharapkan, saya semakin yakin bahwa memaksimalkan di segala lini bahkan di hal yang tidak kita sukai itu adalah pembuktian nyata. Pembuktian kepada diri dan Allah SWT bahwa kita sebagai hamba sudah all-out dalam berusaha.
Meski tidak tahu seberapa banyak email penolakan, revisi, dan penerimaan yang akan datang setelahnya, tidak ada pilihan jalan selain terus mengirimkan artikel yang saya punya dengan penuh harapan dan do'a. Mungkin bagi Allah SWT 5 tahun terakhir yang penuh kekosongan dari email penerimaan artikel layak dibayar dengan puisi yang diterbitkan ini, meski dalam hati kecil ini masih sedikit menggerutu. Tapi, di saat yang sama ia juga mengatakan lebih baik begini daripada tidak sama sekali.
Jadi, menulis ini benar-benar mengajarkan kesabaran, ketekunan, keuletan, dan kesungguhan. Baik penulis besar atau kecil dan masih merintis seperti saya ini, akan selalu ada fase masuk terowongan gelap penuh ketidakpastian mengenai artikel yang akan diterbitkan, tapi setelah waktu penerimaan datang di saat yang telah ditentukan, kegelapan di terowongan seketika lenyap dan terlupakan karena setitik cahaya sudah datang, dan tugas kita adalah terus mengejar cahaya yang merupakan jalan keluar itu di saat kita merasa 'seharusnya saya bisa lebih dari ini', dan hanya kita yang bisa melakukannya.

Komentar
Posting Komentar