Muslim Pasti Produktif
| Sumber: pinterest |
Di tengah gemparan orang-orang ingin menunjang hidup produktif, agama Islam mendidik orang muslim dengan ajarannya untuk menjadi seperti itu lebih dulu. Bahkan, jauh lebih ideal daripada rencana harian yang sudah ditetukan dalam planner tahunan yang beredar di tiap masanya. Hal itu bukan hal yang sulit dilakukan, tanpa peduli apakah seseorang ini terbiasa dengan jadwal yang ketat atau fleksibel.
Berikut beberapa faktor kuat dalam syariat Islam yang menunjang kedisiplinan seorang muslim secara otomatis jika diamalkan secara serius, maksimal dan konsisten:
1. Shalat
| sumber: pinterest |
Shalat 5 waktu adalah ibadah yang menuntut untuk bersegera saat adzan dikumadangkan. Memaksa kita untuk jeda sejenak dari kesibukan dan mengingat Allah di keadaan yang terdesak dengan beragam rutinitas. Akan tetapi, itu tidak membuat kesan "mengingat Allah kalau sempat/kepepet", akan tetapi ada keindahan yang terindikasi mengenai kesabaran, bentuk cinta dan perjuangan untuk menyeimbangkan kehidupan di aspek dunia dan akhirat.
2. Puasa
| sumber: pinterest |
Puasa wajib di bulan ramadhan selama 30 hari berdampak besar secara psikologis, biologis dan fisiologis. Banyak penelitian di bidang kesehatan yang menyimpulkan pola makan yang teratur di bulan puasa, apalagi ditambah dengan mengamalkan sunnah berbuka dengan kurma membuat produksi asam lambung terkendali dengan baik. Jam makan yang teratur ini secara tidak sadar mendorong pelakunya menjadi mindfullness eater dalam makan. Jadwal makan yang baik dan dibiasakan akan berpengaruh pada produktivitas harian.
Akan lebih maksimal dan baik jika didukung dengan puasa sunnah. Seperti puasa sunnah senin-kamis, puasa daud, puasa syawwal dan beragam puasa sunnah yang bisa dipilih sesuai kemampuan dan keinginan.
3. Sunnah Rasul
| sumber: pinterest |
Salah satu dari banyaknya sunnah Rasul adalah; makan secukupnya. Dalam artian; tidak terlalu sedikit sampai menyiksa diri atau tidak makan sama sekali, atau terlalu banyak dengan dalih berpuas diri. Kabar baiknya, tubuh kita tidak butuh makan banyak, tapi cukup. Disebutkan pula dalam satu riwayat, jika seseorang cukup (menjadi bertenaga tanpa membuatnya begah) dengan makan beberapa suap atau beberapa butir kurma, maka cukuplah baginya.
Kegiatan ini berlaku sesuai intensitas kegiatan harian kita. Jika kita tengah melakukan pekerjaan berat dan padat secara fisik dan pikiran, maka diharuskan makan banyak agar menunjang produktivitas pekerjan tersebut. Namun, jika kita tidak bekerja sebanyak makanan yang kita masukkan ke mulut kita, sejatinya kita adalah orang yang merugi.
Begitulah penjelasan singkat faktor utama seorang muslim yang menunjang hidup mereka menjadi produktif. Dalam Islam pun digalakkan juga bahwa "produktif" tidak dibatasi usia. Selagi seseorang bersemangat dan berusaha maksimal di umur berapapun, bahkan di usia tua sekalipun, maka ia adalah orang yang produktif. Atau lebih tepatnya, muslim yang produktif. Semoga Allah SWT merahmati kita semua dengan menjaga iman dan kosistensi kita untuk menghabiskan jatah umur dengan hal yang baik.

Komentar
Posting Komentar