Rasanya Jadi Kader Atlet (Banyakan Kisah Coach-nya, sih)

sumber: pinterest

Tentang Coach

Coach adalah pelatih atau pembina yang membimbing atlet hingga sampai ke puncak karier profesional/potensi mereka. Diambil dari bahasa Hungaria koch yang berarti gerobak kereta. Tahun 1830-an, kata tersebut merupakan istilah gaul yang digunakan untuk tutor yang "membawa" anak binaan mereka sampai ke tujuan dan prestasi besar mereka. Istilah ini tidak harus digunakan di lingkup olahraga dan kepelatihan saja. Sederhananya, jika ada seorang pelatih yang melatih seorang atlet/individu tertentu secara intensif dengan spesialisasi atau target profesional, tinggi, dan serius, maka ia bisa disebut coach.

Saya tidak tahu banyak tentang coach tim bola, futsal, basket, voli, atau apapun. Akan tetapi, terlepas dari keterbatasan pemahaman itu semua, saya melihat pola hubungan yang amat indah antara seorang atlet dan coach-nya. Saya memiliki pengalaman pribadi menjadi kader atlet renang dan taekwondo (meski gak jadi karena keterbatasan biaya, bakat, dan minat) dan di situ saya merasakan peran besar coach dan saboeum di proses latihan, pra-turnamen/olimpiade, semi-olimpiade hingga olimpiade kabupaten hingga nasional. Hubungan tersebut sangat melekat seperti ayah-anak/ibu-anak. Saya sebagai atlet cilik yang dilatih merasa diasuh dan diasah dengan sifat kelembutan dan ketegasan serta kedisiplinan terhadap evaluasi target dan perkembangan murid-muridnya. Hal itu dilakukan konsisten, bukan mengharap gaji, tapi demi murid mencapai potensi maksimalnya.

Yang lebih indahnya lagi, dalam hubungan ini hampir tidak ada murid yang tidak menurut atau membangkang kepada coach-nya. Karena dalam kegiatan ekstrakulikuler olahraga renang dan taekwondo ini adalah keputusan pribadi dan bukan kewajiban. Jadi, dengan mengikutinya tentu harus komitmen. Murid juga memaami akan banyak waktu istirahat mereka yang tersita untuk turnamen dan latihan. Jadi, meski lelah dan harus mengorbankan uang, keringat, dan airmata, proses yang dijalani selalu indah dikenang, manis dan menggairahkan untuk diulang. Saya jadi terenyuh lagi kalau mengingat proses saya waktu itu, meski hidup membawa saya hanya 3-4 tahun dalam dunia kader atlet karena ada faktor lain yang membuat saya beralih ke bidang lain.

Sampai sekarang, pola pikir, kedisiplinan dan kekuatan yang diajarkan para coach saya waktu itu selalu terpatri dalam diri. Tidak menyerah sebelum kemenangan diumumkan (taekwondo dan renang), tidak berhenti meski tenggelam (renang), tidak takut untuk mencoba lagi meski keseleo dan cedera, serta banyak hal lainnya. Mentalitas tahan banting itu membentuk diri saya dari alam bawah sadar menjadi pribadi yang all-out meski tidak ada siapapun yang mengapresiasi. 

Seorang atlet atau spesialis akan menempuh jalan yang sepi, berat, dan lelah. Saat keluarga tidak bisa menemani, teman tidak bisa memahami, coach/pelatih akan selalu berdiri di belakangnya untuk terus mendukung dan memberikan evaluasi demi kemajuan sedikit demi sedikit. Ketika seorang atlet meraih medali atau piala, coach yang akan bertepuk tangan bangga menatap muridnya berhasil, tak jarang ia terlupakan oleh publik yang sudah "silau" dengan prestasi atletnya. Tapi, sebagai orang dalam yang benar-benar paham, perhatian itu bukan apa-apa dibanding melihat potensi baru yang terkuak. Benar-benar indah. 

Kalau coach saya (renang dan taekwondo) baca tulisan ini, saya ingin katakan kepada mereka: 

Terima kasih banyak sudah selalu berusaha melihat potensi yang bisa dikembangkan bahkan ketika saya sendiri tidak optimis sama sekali dengan diri sendiri. 

Terima kasih sudah selalu berusaha mengapresiasi setiap perubahan kecil dari gerakan yang bahkan saya tidak sadari. 

Terima kasih sudah selalu mengerahkan pelatihan terbaik dan menyenangkan di saat saya berkecil hati karena harus berhadapan dengan teman sejawat yang sudah lebih dulu masuk peng-kader-an atlet dan lebih senior. 

Terima kasih sudah selalu siap "menangkap" dan mengobati saya setiap cedera tanpa memandang se-culun dan se-payah apa diri saya.

Terima kasih sudah selalu tegas, bahkan galak dan sedikit "tidak berbelas kasihan" sesuai porsinya hingga membentuk murid yang kebanyakan nangis pas latihan ini bisa expert sebelum meninggalkan bidang dan peng-kader-an ini. 

Untuk semua coach di dunia. Salam sehat, salam olahraga, dan salam kebahagiaan! 

Komentar

Paling Banyak Diminati