3 Alasan My "Lima Sekawan" Saya Ini Selalu Bikin Oleng Sejauh Apapun CORTIS Nge-Hype
Jauh sebelum CORTIS, saya sudah punya "lima sekawan" andalan yang kemampuan dance, vokal, apalagi rap-nya gak kalah dengan mereka. Yang mana lagu-lagu mereka juga selalu berhasil mengisi energi untuk kembali semangat menghadapi gonjang-ganjing dunia. Tanpa niat merendahkan CORTIS sedikitpun, saya ingin kenalkan:
Mereka adalah MCND.
Saya mengenal MCND bukan sebagai grup yang musiknya cocok untuk sekadar diputar pelan-pelan sambil melakukan aktivitas lain. Mereka punya tipe lagu yang kalau sudah masuk playlist, rasanya sayang kalau didengarkan setengah hati. Ada rap yang tiba-tiba muncul, beat yang berubah, chorus yang menempel, dan performance yang membuat kita ingin melihat versi panggungnya juga. Pertamakali saya sadar kehadiran iklan MV 'Crush' mereka di iklan YouTube saya, pas didengerin terus "eh, kok enak?" Jadilah saya nge-stan mereka sampai hari ini.
Semakin lama mendengarkan mereka, semakin saya paham kenapa MCND punya tempat tersendiri di playlist saya. Bukan cuma karena lagunya enak, tetapi karena mereka punya formula yang cukup khas.
1. Rap-nya Bukan Pelengkap, tapi “Mesin” Lagunya
Kalau harus memilih satu hal yang paling membuat saya langsung mengenali MCND, jawabannya adalah rap. Saya suka bagaimana bagian rap dalam lagu-lagu mereka tidak terasa seperti sekadar jatah beberapa detik untuk rapper sebelum lagu kembali ke chorus. Rap justru sering menjadi bagian yang membuat lagu terasa hidup dan punya karakter.
Dengarkan “ICE AGE”, misalnya. Energi lagu ini tidak hanya berasal dari beat-nya, tetapi dari cara rap dan vokal saling bergantian. Ada rasa attack dalam delivery mereka yang membuat lagunya terasa penuh sejak awal.
Begitu juga dengan “Crush”. Lagu ini punya karakter yang lebih confident dan playful, tetapi rap tetap menjadi salah satu elemen yang membuatnya terasa seperti MCND.
Buat saya, inilah salah satu alasan mengapa lagu mereka cocok ketika sedang butuh boost. Ada sesuatu dari rap yang cepat dan delivery yang tegas yang membuat kita tidak punya banyak waktu untuk melamun. Dan sebagai pendengar, saya justru menikmati bagian ketika rapper mulai mengambil alih.
Kalau sebuah lagu MCND sudah memasuki bagian rap, biasanya saya tahu: nah, ini baru MCND.
2. Lima Member-nya Punya “Performance Energy” yang Susah Dipisahkan dari Lagunya
MCND juga bukan tipe grup yang cukup dinilai dari audio saja. Ada bagian dari musik mereka yang baru terasa lengkap ketika melihat bagaimana kelima member membawakannya di atas panggung. Castle J, Bic, Minjae, Huijun, dan Win punya kekuatan yang berbeda-beda, tetapi ketika digabungkan, hasilnya adalah performance yang sangat aktif. Dance mereka bukan sekadar gerakan untuk mengisi panggung. Koreografinya sering menjadi bagian dari identitas lagu itu sendiri.
Itulah kenapa saya bisa saja awalnya hanya mendengarkan “nanana”, tetapi beberapa waktu kemudian malah mencari performance-nya. Karena ada perbedaan ketika kita mendengar lagu sambil membayangkan koreografinya dengan ketika benar-benar melihat mereka membawakannya.
MCND punya sisi playful yang kuat. Mereka bisa terlihat powerful tanpa harus selalu memasang ekspresi serius. Ada kesan seperti sekumpulan anak muda yang memang datang ke panggung untuk bersenang-senang, tetapi tetap tahu apa yang mereka lakukan. Dan mungkin itu yang membuat performance mereka terasa menyenangkan. Mereka tidak kehilangan sisi fun hanya karena koreografinya sulit. Ya, karena mereka sebenarnya adalah dancer yang jadi idol.
3. Dari “ICE AGE” sampai “Movin’”, MCND Punya Playlist untuk Setiap Mode
Alasan ketiga adalah perjalanan musik MCND itu sendiri. Kalau hanya punya satu tipe lagu, mungkin saya akan cepat bosan. Tetapi MCND punya beberapa era dan lagu dengan karakter yang berbeda, sehingga playlist mereka bisa disesuaikan dengan suasana hati. Meskipun spesialisasi mereka di hiphop dan saya suka hiphop, hehe.
Kalau sedang membutuhkan sesuatu yang benar-benar powerful, “ICE AGE” bisa menjadi pilihan. Kalau ingin sesuatu yang lebih confident dan catchy, ada “Crush”. Kalau sedang mencari lagu yang playful, “nanana” punya warna sendiri. Sementara “Movin’” terasa lebih cocok ketika ingin menikmati perjalanan dengan suasana yang lebih dinamis.
Bahkan dari judul-judul lagunya saja, MCND sering memberikan kesan yang tidak terlalu “serius”. Ada “nanana”, “Crush”, “Movin’”, sampai “ODD-VENTURE”. Semuanya terasa punya dunia masing-masing. Dan saya suka grup yang tidak takut bersenang-senang dengan identitas musiknya.
Mungkin itu juga yang membuat saya tidak merasa harus selalu berada dalam mood tertentu untuk mendengarkan MCND. Mau sedang semangat, bosan, suntuk, atau hanya ingin membuat aktivitas biasa terasa lebih seru, selalu ada lagu yang bisa dipilih.
Buat saya, itulah tiga alasan kenapa MCND sangat cocok menjadi energy booster: rap mereka punya daya dorong sendiri, performance lima membernya membuat lagu terasa lebih hidup, dan musik mereka punya cukup banyak warna untuk menemani berbagai mode. Jadi ketika saya bilang punya “lima sekawan” sebelum CORTIS, saya tidak sedang asal membuat perbandingan.
Saya hanya sedang mengingatkan bahwa sebelum dunia K-pop menemukan banyak nama baru untuk membuat playlist kita penuh, saya sudah punya lima orang yang cukup konsisten membuat playlist saya berisik dengan cara yang menyenangkan.
Castle J.
Bic.
Minjae.
Huijun.
Win.
Lima orang yang mungkin tidak selalu saya dengarkan setiap hari, tetapi ketika mereka kembali muncul di playlist, saya langsung tahu kenapa dulu saya memasukkan mereka ke sana. Karena ada sesuatu yang sangat MCND dari kombinasi rap yang agresif, dance yang penuh tenaga, vokal yang melengkapi, dan sisi playful yang membuat semuanya tidak terasa terlalu serius.
Dan mungkin itu alasan sebenarnya kenapa saya masih kembali kepada MCND: bukan karena mereka selalu membuat saya lupa bahwa dunia sedang berantakan, tetapi karena mereka membuat saya merasa dunia yang berantakan itu masih pantas dihadapi sambil sedikit bersenang-senang.
Jadi, CORTIS boleh punya lima sekawan versi mereka.
Saya sudah punya lima sekawan saya sendiri. Dan playlist saya sudah mengenal mereka jauh lebih dulu.

Komentar
Posting Komentar