Hal Tersulit Menjadi Seorang Melankolis
| sumber: Ilustrasi kepribadian melankolis |
Hasil tes sidik sidik jari dan semua tes kepribadian saya mengindikasikan tipe temperamen saya termasuk melankolis. Sederhahanya, orang dengan tipe kepribadian ini mencerminkan sikap yang perfeksionis, jeli, teliti, sensitif, reflektif, dan sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan maupun bersikap. Sisi baiknya hal tersebut membuat kepribadian ini menjadi mentor yang tidak hanya membimbing dengan teknis tapi sekaligus hati dan perasaan, memerlakukan orang sebagaimana orang itu ingin diperlakukan sesuai dengan pengamatannya, serta setia dan teguh pendirian. Sisi yang agak merepotkannya membuatnya kerap mudah cemas, stres berat, takut mencoba, takut dikritik, merasa benar sendiri, keras kepala, cenderung mengisolasi diri, kurang bersyukur, kurang pandai berkomunikasi karena kebanyakan mereka ingin dipahami dengan kode-kode, sedangkan manusia itu bukan cenayang yang bisa paham tanpa komunikasi. Sekalipun berkomunikasi, rasanya cukup rumit untuk memahami jalan pikiran si melankolis dan ini membuat mereka cukup frustrasi karena mereka paling handal dalam urusan memahami orang lain.
Saya sangat setuju dengan penjelasan di atas. Memang benar adanya saya mengalami jatuh-bangun dalam hidup dengan emosi dan kondisi yang demikian. Bukan berarti ingin menjadi sempurna, sisi mellow dari melankolis membuatnya terlalu banyak menyadari sesuatu, gerak-gerik aneh dari lawan bicara, merekamnya dalam pikiran sehingga membuat otak terasa overload. Itu baru di kondisi normal, sedangkan kita tahu hidup ini tidak normal; selalu ada tekanan, jatuh, dan bangun. Ketika sedang tertekan dan merasa tidak dipahami, melankolis cenderung tenggelam dengan perasaannya sehingga sulit baginya bersikap profesional/fokus di pekerjaan atau tugas yang sedang dijalani. Yang lebih parahnya ketika mereka sudah mengisolasi diri, seringkali tak tertolong kecuali mereka benar-benar ingin bangkit keluar dari emosi dan stres yang dialami.
Kabar baiknya, melankolis adalah sosok yang reflektif serta penuh kasih sayang (meski banyak sekali cara mengekspresikan kasih sayang yang dimaksud kerap sulit/tidak dipahami/dilirik orang lain. Tapi seringnya berhasil membuat orang lain baper deh, hehe), ia tetap merasa bahwa dunia ini tidak hanya harus berjalan mulus tapi juga bermakna. Dari segala kejadian pahit seperti trauma dan masalah berat hingga pengalaman manis dan kemenangan; ia akan berusaha merekam dan mengingat makna dan suasananya yang pada akhirnya membagikan hikmah atau pelajaran yang mereka dapat darinya demi dunia yang lebih baik (setidaknya sedikit).
Hidup harus bermakna
Jarang sekali ditemukan kesalahan fatal/besar dalam dedikasi yang dilakukan seorang melankolis karena sisi perfeksionisnya mendominasi dalam hal ini. Hebatnya, seringkali ia bukan hanya menjadi penanggungjawab/pemimpin yang tegas tapi juga mendorong setiap bawahan/orang lain menyadari dan mengembangkan potensi pribadi mereka untuk aspek pekerjaan hingga pengembangan diri. Singkatnya; se-peduli itu. Hal ini saya sadari dari sepak terjang saya sendiri dan atasan-atasan yang temperamennya melankolis.
Apapun itu, setiap temperamen ada kurangnya. Tapi, di setiap kekurangan ada keindahan dan sisi yang bisa dilengkapi oleh temperamen lain. Melankolis pun juga bisa menutupi kekurangan hingga melengkapi temperamen lain menjadi sebuah harmonisasi yang tidak hanya berguna, namun indah dan merepresentasikan bak mozaik/lukisan; berwarna-warni tapi satu-kesatuannya tetap indah.
Tuh kan, melankolis banget gak tuh? Tetap berusaha mencari makna, haha.
Yang jelas, jangan pernah buat melankolis patah hati atau kecewa berat. Karena di balik keputusan mereka untuk door slam/menutup diri sepenuhnya dari seseorang sudah banyak toleransi dan upaya yang dilakukan untuk memahami orang tersebut. Sudah banyak energi dan pikiran yang dikeluarkan demi mempertahankan hubungan baik dan memperbaiki kesalahan dari mereka yang ada. Meski demikian, sebenarnya mereka tidak mau memutus hubungan atau menjadi sangat berjarak apalagi dengan orang yang pernah dekat dan hadir di saat mereka jatuh dan kesulitan, tapi pilihan itu jatuh karena mereka juga ingin melindungi diri mereka yang juga manusia biasa, terluka, harus disembuhkan dan menjaga lukanya agar hal yang sama tidak terjadi di diri yang sama.
Terima kasih sudah membaca sampai sini. Semoga sesulit apapun harimu, seberat apapun hatimu, sesesak apapun dadamu dari segala kejadian buruk/di luar dugaan yang tidak bisa kamu kendalikan selalu ada sedikit ruang dan pikiran untuk berusaha menerima dan meniti jalan untuk bangkit dan tersenyum lagi.
Begitulah melankolis.
Bismillah....
BalasHapusPerfect Melankolis potential banget utk Sukses...Aamiin..
Dan potential banget utk berhasil, krn mereka detail Dan Rapi..Serta terukur engga brutal kl ambil keputusan engga Random...
Kabar Baik nya, Perfect Melankolis yg Intuiting Introvert, Kl Jd Pimpinan bagus...Insyaa Allah...Allah mudahkan Dan lancarkan Serta Allah Jaga ya kak...Segala Cita cita Dan Harapan Insyaa Allah, jadi kendaraan, Aamiin Ya Mudjibassaa'iliin Aamiin
💪💪✨
Hapus